Mengapa Harus Mengurangi Porsi Makan Dalam Program Diet

mengapa harus mengurangi porsi makan dalam program diet

Makanan penghasil energi sangat dibutuhkan manusia. Energi dibutuhkan untuk bergerak, berpikir, berbicara, makan, dan melakukan berbagai aktivitas lainnya. Kurang energi menyebabkan tubuh rentan terhadap penyakit, lesu dan tidak bergairah, wajah kusam, dan kulit tidak segar. Bahkan, orang dapat tampak lebih tua sebelum waktunya.

Dalam metode kualitatif, volume makanan yang dikonsumsi harus dibatasi. Namun, sama sekali tidak ada makanan yang perlu dihindari apalagi dipantang. Utamakan makanan yang berkualitas dan kaya gizi. meskipun tubuh memiliki toleransi yang cukup tinggi terhadap makanan apapun yang dikonsumsi, tetapi jika dikonsumsi berlebihan dalam jumlah yang besar maka makanan sehat sekalipun dapat menimbulkan gangguan metabolisme.

Dibandingkan fungsi tubuh lainnya, fungsi pencernaan menggunakan energi paling besar. Oleh karena itu, makan berlebihan akan menguras energy dan memperkerjakan sistem tubuh lebih keras. Hal ini dapat diamati saat Anda lesu atau mengantuk jika makan kekenyangan. Tubuh terpaksa mengerahkan sebagian besar darah dan energinya ke fungsi pencernaan sehingga fungsi tubuh lain kekurangan energi dan oksigen. Akibatnya, organ tubuh lebih mudah rusak dan sistem metabolisme mengalami penurunan fungsi.

Suksesnya upaya penurunan berat badan juga erat kaitannya dengan efisiensi pemakaian energi. Energi yang tersedia harus selalu lebih besar daripada jumlah energi yang diperlukan untuk membuang sampah yang dihasilkan tubuh. Jika energi banyak terkuras hanya untuk mencerna makanan maka energi yang tersisa tidak akan cukup untuk melakukan aktivitas lain, termasuk membuang kotoran yang kian menumpuk dan waktu ke waktu.

Berbeda dengan pola makan lain, metode kualitatif menawarkan diet yang cukup menyenangkan. Anda tidak perlu menghindari daging, makanan yang berkalori tinggi atau berlemak. Oleh karena itu, meskipun seseorang sedang melakukan metode kualitatif, tetapi tetap tampak bugar, kulit muka cemerlang, dan tidak peyot. Sebaliknya, yang akan didapatkan pertama kali pada diet yang menghindari daging, lemak, atau kalori adalah tubuh yang kurus tetapi tidak sehat. Selain itu juga timbul rasa lemas, muka pucat, dan penurunan vitalitas. Diet semacam itu akan menimbulkan defisiensi gizi.

 

whydowork adsense BANNER FREE MEMBER

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*